Berbagai Ormas Minta Pemrov Sumsel Batalkaan Kegiatan Yang Bernuansa Syirik

PALEMBANG,Gelagatsumsel.com- Aliansi Masyarakat Palembang Darussalam dan beberapa organisasi mahasiwa Islam seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) bersatu “menyerbu” kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (7/3/2016).

Massa berjumlah sekitar 200 orang tersebut menyerukan agar pemerintah provinsi Sumsel mengurungkan niat untuk menggelar festival yang bernuansa syirik dalam menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu (9/3/2016) mendatang.

Dipimpin Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel KH. Umar Said, massa menyasar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Irene Camelyn Sinaga sebagai inisiator festival Ogoh Ogoh, festival penyambutan Dewi Kwan Im dan beberapa acara yang dianggap merusak nilai Islam lainnya. Meski irene tidak ada di tempat, massa tetap melakukan orasi selama tiga jam. Massa menilai, fenomena GMT yang harusnya dikombinasikan dengan kegiatan keagamaan, pementasan kebudayaan dan kearifan lokal, justru diisi acara-acara berbau syirik.

Oleh karenanaya, massa yang sebelumnya melakukan long macrh dari depan Pasar Cinde menuju kantor gubernur tampak sangat geram terhadap rencana pemerintah yang beralasan sedang mempromosikan pariwisata Sumsel ke dunia internasional.

"Jika memang festival GMT adalah bagian dari promosi budaya dan menarik wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumsel, harusnya yang ditampilkan adalah budaya yang mencirikan Sumatera selatan dan Palembang Darussalam,"kata Tri Resta Yogias selaku koordinator lapangan.

Ia juga menambahkan, piahknya tidak melarang ritual keagamaan tertentu, selama dilakukan oleh umatnya sendiri, bukan oleh umat muslim. Namun sebaliknya, pemerintah malah kegirangan ingin mengadakan festival umat agama lain yaitu Ogoh Ogoh dan Dewi Kwan Im. Hal ini dinilainya sebagai suatu kesalahan fatal dari umat muslim di mana secara tidak langsung sedang berupaya mengadakan kegiatan syirik. "Perlu diingat, perbuatan syirik tidak akan diampuni oleh Allah SWT," teriak Yogias disambut gemuruh massa.

KH. Umar Siad yang sempat meminpin orasi juga mengatakan, bagi umat Islam, gerhana matahari merupakan bentuk keuasaan Allah SWT. Oleh sebab itu pada saat gerhana matahari, umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat gerhana dan memperbanyak dzikir, bukan melaksanakan aktifitas lain apalagi bersifat hura-hura, maksiat dan syirik.

"Umat Islam harus sadar bahwa gerhana matahari merupakan bentuk kekuasaan Allah. Makanya kita diperintahkan untuk shalat gerhana dan memperbanyak dzikir, bukan malah melakukan ritual syirik yang dapat mengundang kemurkaan Allah. Coba pikirkan, bagaimana kalau nanti matahari tidak akan muncul lagi? Pasti gubernur Sumsel yang repot,"kata KH. Umar Said dengan lantang.   

Saat ditemui oleh Asisten III Pemprov Bidang Kesra, Ahmad Najib dan Kepala Biro Kesra Ahmad Nasuhi, massa meminta agar rencana melaksanakan ritual-ritual syirik tersebut ditiadakan da diganti dengan kegiatan keagamaan seperti shalat, shalawat dan dzikir. Kemudian massa juga meminta agar pemerintah menggelar festival kebudayaan Sumsel untuk memepromosikan pariwisata yang dinilai lebih efektif dan memiliki azaz manfaat.

Di akhir orasinya, massa mengancam apabila tuntutan mereka tidak dilaksanakan pemerintah, maka memaksa Gubernur Alex Noerdin mencopot jabatan Irene sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Massa juga berjanji akan menggagalkan festival atau acara yang bernuansa syirik, jika masih dilaksanakan pada 9 Maret nanti. "Jika masih dilaksanakan, akan kami obrak-abrik festival syirik tersebut," tandas Yogias.

Sementara baik Ahmad Najib maupun Ahmad Nasuhi berjanji akan memenuhi tuntutan massa dengan mengadakan kegiatan Islam dan kebudayaan Sumsel. "Kami apresiasi apa yang diaspirasikan massa. Kami akan adakan kegiatan religi dan festival yang  mencerminkan kebudayaan Sumsel dan Palembang Darussalam," jelas Ahmad Najib.(Jrg)


Berita Terkait

>

Alamat

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami dialamat atau no telepon dibawah ini :

Statistik

    1459057

    Pengunjung hari ini : 212
    Total pengunjung : 312173
    Hits hari ini : 1768
    Total Hits : 1459057

Poling

?

Sangat tidak sependapatTidak SependapatSependapatSangat sependapat
Lihat Hasil poling